





Di kesempatan ini kami PUK SPSI FCI memberitahukan Kepada seluruh anggota SPSI FCI bahwa pada hari ini PUK SPSI FCI menghadiri acara pembukaan kongres aktivis pekerja/buruh Indonesia di gedung serba guna asrama haji kota Bekasi yg dihadiri oleh salah satu calon pasang presiden & wakil presiden RI yaitu Megawati Soekarno Putri dan Prabowo Subianto,
Berikut hal-hal yg harus kita ketahui tentang mengapa, apa dan bagaimana kongres aktivis pekerja/buruh Indonesia diadakan, yaitu :
1. Latar belakang permasalahan : tingginya tingkat pengangguran, rendahnya investasi langsung, rendahnya kualitas angkatan kerja, undang-undang ketenagakerjaan di sektor informal yg tidak jalan, bursa kerja di disnaker yg tidak jalan, outsourching semakin marak, adanya degradasi hukum perburuhan, jaminan sosial yg masih sangat minim, pengawasan perburuhan yg mandul, tidak ada perlindungan yg jelas dan tegas terhadap pekerja migrant, pegawai disnaker yg tidak professional & tidak punya wibawa & banyaknya serikat pekerja yg tidak pernah kompak dan anggota serikat pekerja yg terus berkurang.
2. Dampak permasalahan bagi pencari kerja : pencari kerja sulit untuk mendapatkan kerja, pencari kerja harus mengeluarkan uang untuk mendapatkan kerja, kondisi kerja yg lebih rendah dari norma yg berlaku, pekerjaan yg diperoleh tidak ada kepastian
3. Dampak bagi pekerja : tidak ada kepastian kerja (di phk kapanpun), kasus phk dengan kompensasi yg rendah (dibawah norma), sulit meningkatkan syarat-syarat kerja (bekerja bertahun-tahun dengan upah yg minimum) & tidak ada masa depan yg cerah bagi pekerja dan keluarganya
4. Dampak bagi serikat pekerja : anggotanya menurun drastis, iuran anggota menurun tajam, posisi tawar semakin lemah, semakin tidak popular dimata anggota, suaranya tidak didengar oleh pengusaha apalagi pemerintah
5. Sumber permasalahan : pemerintah lebih memprioritaskan kesempatan kerja dan mengabaikan perlindungan dan kesejahteraan pekerja, pengusaha mengeksploitir kondisi ketenagakerjaan untuk mendapatkan pekerja dengan upah murah melalui mekanisme pasar kerja fleksibel (mudah rekrut dan mudah pula dilepas) dalam berbagai bentuk yaitu outsourching, magang dan harian lepas dengan alasan klasik bahwa order pekerjaan yg diterima fluktuatif dan untuk meningkatkan daya saing, pemerintah tidak memiliki kebijakan yg pro pekerja, lemahnya posisi tawar SP/SB yg diakibatkan dari perpecahan diantara mereka sendiri & lemahnya pengawasan dan penegakan norma-norma ketenagakerjaan yg diperparah lagi dengan ditetapkannya otonomi daerah khususnya otonomi dibidang ketenagakerjaan.
6. Tatanan berfikir : masalah yg dihadapi relative sama, persoalan yg dihadapi pekerja tidak dapat diselesaikan SP/SB, harus dicari partner yg benar-benar peduli & organisasi pekerja perlu berpartisipasi dalam pemilihan presiden dan wakil presiden.
7. Langkah-langklah yg perlu segera ditempuh : perlu diadakannya forum pertemuan aktivis pekerja/buruh Indonesia untuk menyamakan persepsi arah perjuangan dan bentuk-bentuk tindakan serta untuk menyeruarakan aspirasi pekerja & perlu menempatkan posisi SP/SB sebagai pemangku kepentingan pekerja
Sebagai salah satu wujud dari langkah-langkah tersebut maka diselenggarakan KONGRES JARINGAN AKTIVIS PEKERJA/BURUH INDONESIA
1. Tujuan jangka pendek : memetakan problematik ketenagakerjaan, merumuskan alternatif-altenatif solusi, menyeruakan problematik dan alternative solusinya kepada caleg terpilih, mengorganisir dukungan kalangan pekerja kepada capres/cawapres yg pro pekerja, menetapkan rekomendasi-rekomendasi, membentuk dewan buruh Indonesia di tingkat nasional
2. Tujuan jangka menengah : mengawal MOU dan rekomendasi hasil kongres tanggal 25-26 Juni 2009, membentuk dewan buruh Indonesia ditingkat propinsi dan kabupaten kota, menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan capacity building gerakan buruh
Demikianlah laporan ini kami buat dengan harapan anggota dapat memahaminya. SALAM SOLIDARITAS….HIDUP BURUH INDONESIA….
0 komentar:
Poskan Komentar
Thanks for your comments